Berita Politik dan Pemilu Indonesia 2009
Indonesian Politics and Election news

Tim Lima Menanti Tanggapan SBY

9/27/2009 04:22:00 AM
Tim Lima yang bertugas memilih pelaksana tugas pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi masih menunggu respons Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait rekomendasi mereka untuk memberhentikan sementara Kabareskrim Polri Komjen Susno Duaji. Rekomendasi ini dipandang wajar mengingat adanya indikasi perseteruan KPK dengan Polri, khususnya Kabareskrim.

Sementara itu dalam pertemuan Tim Lima dengan perwakilan advokat, kejaksaan, dan kepolisian di Jakarta, Sabtu (26) siang, tercapai kesepakatan untuk kembali memperkuat peran KPK dalam memberantas korupsi. Rekomendasi ini akan diserahkan pada Presiden SBY pada 1 Oktober mendatang.
Read On 0 comments

Imbangi Inflasi, Tarif Tol Naik

9/27/2009 04:20:00 AM
Mulai Senin pekan depan, siapkan uang lebih jika Anda menggunakan ruas jalan bebas hambatan. Tarif tol akan naik rata-rata mulai Rp 500 hingga Rp1.500.

Di tol dalam kota Jakarta, sosialisasi kenaikan tarif mulai dilakukan. Pengguna jasa mendapatkan lembaran kertas keterangan kenaikan tarif tol saat transaksi di gerbang tol. Sesuai keputusan Menteri Pekerjaan Umum, kenaikan ini berlaku mulai 28 September 2009 atau Senin pekan depan. Kebijakan ini didasari penyesuaian kenaikan inflasi setiap dua tahun.

Di sisi lain, masyarakat pengguna berharap kenaikan diikuti pemenuhan standar pelayanan minimum. Misalnya, kecepatan transaksi di gerbang tol, kualitas jalan, maupun ketersediaan rambu-rambu.

Selain tol Jakarta, kenaikan tarif juga berlaku untuk ruas Tangerang-Merak, Padalarang-Cileunyi, Palimanan-Kanci, dan Kota Surabaya. Kenaikan tarif tol tertinggi pada ruas jalan Tangerang-Merak dari Rp18.000 menjadi Rp28.500 rupiah
Read On 0 comments

Ribuan Orang Masuk Jakarta

9/27/2009 04:19:00 AM
Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, mulai dipenuhi ribuan pemudik yang kembali dari kampung halaman. Data yang didapat SCTV, pemudik yang tiba di stasiun ini sudah mencapai 10 ribu orang. Mereka datang dari berbagai daerah seperti Semarang, Yogyakarta, Malang, serta Bandung. Sementara di Stasiun Senen, tercatat sudah 11 ribu pemudik tiba di Ibu Kota, beberapa di antaranya pendatang baru.

Bagi Anda yang belum balik ke Jakarta, sebaiknya segera berburu tiket kereta. Pasalnya, di beberapa daerah pemberangkatan di Jawa, tiket kereta sudah habis terjual hingga 5 Oktober, seperti di Jombang, Jawa Timur.
Read On 0 comments

Bus Hantam Sedan, Delapan Tewas

9/27/2009 04:18:00 AM
Delapan orang tewas seketika dan tujuh lainnya luka berat setelah bus pariwisata Parahiyangan menabrak mobil sedan Timor di tanjakan Emen, Ciater, Subang, Jawa Barat, Sabtu (26/9) petang. Menurut Solihah, penumpang yang selamat, kecelakaan terjadi saat bus berpenumpang 25 orang itu baru keluar dari kawasan wisata Tangkuban Perahu dan berniat pulang ke arah Subang. Namun saat menuruni tanjakan Emen, bus tidak dapat dikendalikan karena rem blong.

Setelah melesat sejauh 400 meter, bus bernomor polisi B 7123 YK tersebut menabrak mobil sedan Timor bernomor polisi D 3219 TC yang tengah berhenti di pinggir jalan pada lajur yang sama. Bus kemudian terjungkal ke kiri jalan, sementara mobil sedan yang ditabrak dari belakang hanya terseret sedikit ke kiri jalan.

Saat ditabrak, sedan dalam keadaan kosong karena pemiliknya tengah makan di warung di sekitar lokasi kejadian. Seluruh korban merupakan penumpang bus yang merupakan rombongan dari Tangerang, Banten. Seperti dikutip ANTARA, seluruh korban luka dan satu korban tewas sudah dibawa ke Rumah Sakit Ciereng Subang. Korban lain masih dirawat di Puskesmas Jalan Cagak. Sedangkan bus dan sedan nahas tersebut kini berada di Kepolisian Sektor Jalan Cagak.
Read On 0 comments

SBY: Budaya Buruk Bankir Picu Kasus Century

9/27/2009 04:17:00 AM
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, pemerintah telah berupaya meminimalkan dampak buruk dari kasus bank yang sebentar lagi akan berganti nama menjadi Bank Mutiara itu. Presiden juga meminta agar kasus ini diusut secara menyeluruh dan tuntas untuk mengetahui akar permasalahannya. Yudhoyono menenggarai budaya buruk para bankir memicu kasus Century. Demikian dikatakan Presiden Yudhoyono di Pittsburgh, Amerika Serikat
Dalam pertemuan KTT G-20, presiden menyatakan para pemimpin G-20, termasuk Indonesia keberatan dengan kebiasaan para bankir yang mengambil kebijakan dalam menjalankan institusi perbankan. Seringkali pemberian bonus yang berlebihan bagi para bankir memicu kecerobohan kebijakan bank tersebut. Parahnya, saat bangkrut, nasabah terpaksa menanggung akibatnya
Read On 0 comments

Ana Hanya 2 Hari Nikmati Mobil Yaris Barunya karena dibunuh saat lebaran

9/21/2009 05:05:00 AM
Ana Miriana (27), korban pembunuhan saat Lebaran, baru saja membeli mobil Yaris terbaru. Namun sayang, baru dinikmati 2 hari, mobil yang ia namakan 'Yiyis' itu harus kehilangan tuannya.

"Baru saja dipakai dua hari mobilnya," kata salah seorang sahabat Ana, Dede, saat dihubungi lewat telepon,

Mobil tersebut bernomor polisi B 8762 V. Masih teringat dalam benak Dede, betapa bahagianya Ana saat membeli tersebut.

"Senang banget sampai cerita-cerita ke aku," kata sahabat Ana semasa kuliah di LPK Tarakanita ini.

Mobil tersebut diperoleh seiring dengan puncak kesuksesan karir Ana bekerja di PT DKT Indonesia. Ia baru saja diangkat sebagai asisten manajer dalam perusahaan tersebut dua bulan lalu.

Ana dikenal sehari-hari sebagai orang yang ceria dan penuh warna. Sebagai sahabat, Ana selalu memberikan dukungan yang tak henti-hentinya bagi kesuksesan teman-temannya.

"Pokoknya dulu kalau kita datang ke tempat, dia yang paling aktif dan ceria," kenangnya.

Menurut Dede, Ana kini punya pacar yang berasal dari Malaysia. Saat diberi tahu tentang kabar kematian Ana, sang pacar sangat syok dan masih tidak percaya.

"Sayang cowoknya nggak bisa ke sini, masa berlakunya paspornya habis," kata Dede.

Kini Dede hanya bisa mengenang saat-saat indah bersama Ana. Tiada lagi sahabat ceria yang selalu menemaninya. Selamat jalan Ana.
Read On 0 comments

Tidak Hanya Umat Muslim yang Merayakan Idul Fitri di Palembang

9/21/2009 05:01:00 AM
Di Palembang, Idul Fitri 1430 H tidak hanya dirayakan oleh umat muslim, sejumlah warga yang beragama lain juga turut mensyukuri hari kemenangan umat Islam ini. Hal ini misalnya yang dilakukan politikus dari PDI Perjuangan Sumsel, Sakim.

“Saya menyediakan makanan dan minuman di rumah, termasuk ketupat. Jadi, siapa pun tamu yang ingin bersilahturahmi dan menyampaikan rasa maaf sebagai makna lebaran ini di rumah saya sangat terbuka,” kata Sakim,

Selain itu, Sakim juga sibuk membagikan amplop buat anak-anak atau remaja yang merayakan Idul Fitri. “Ini kan sudah tradisi di Palembang, setiap kali kita merayakan Lebaran, seperti halnya Idul Fitri kita membagi-bagikan rezeki sebagai sikap syukur,” katanya.

Menurut Sakim yang menganut agama Buddha ini, sejak puluhan abad lalu, umat beragama di Palembang hidup rukun.

“Solidaritas umat beragama cukup tinggi atau baik. Tidak ada konflik antarumat beragama di Palembang dalam sejarah masyarakatnya. Nah, guna membangun Indonesia ke depan, khususnya Palembang, sikap solidaritas ini harus tetap dipertahankan,” kata anggota DPRD Sumsel periode 2009-2014 ini.
Read On 0 comments

SBY says The Real Terrorist Adalah Koruptor

9/21/2009 04:56:00 AM
Keberhasilan pemerintah dalam mengungkap sejumlah aksi terorisme hendaknya juga diikuti oleh keberhasilan dalam menanggulangi kriris pemberantasan korupsi. Pemerintah harus ingat bahwa teroris sesungguhnya adalah koruptor.

Demikian dikatakan peneliti hukum ICW, Febri Diansyah terkait perpu yang hendak dikeluarkan Presiden SBY soal penunjukan langsung pejabat pelaksana tugas sementara (Plt) pimpinan KPK, Minggu (20/9/2009). Perpu dinilai sebagai bentuk intervensi Presiden selaku eksekutif terhadap KPK yang merupakan lembaga independen.

"The real terrorist adalah koruptor," kata Febri Diansyah saat berbincang dengan detikcom.

Menurut Febri, dampak yang ditimbulkan oleh ulah koruptor lebih nyata dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Jika teroris hanya menghancurkan sebagian aset bangsa dan menyengsarakan sebagian rakyat, koruptor lewat aksinya bisa meluluhlantakan perekonomian bangsa secara sistemik dan menyeluruh.

"Jika anggaran negara (pusat) dikorup, maka kemiskinan sistemik dan menyeluruh akan terjadi," ujarnya.

Febri mengatakan memang penerbitan perpu adalah kewenangan Presiden yang diatur dalam UUD 1945. Namun, hal itu tidak berarti Presiden berhak mengusik independensi sebuah lembaga negara seperti KPK.

"Presiden memang berhak atas perpu. Tapi apakah ia juga berhak mengubah independensi sebuah lembaga?" tegasnya.

Febri pun meminta Presiden mengurungkan niatnya untuk menerbitkan perpu, mengingat penolakan dari masyarakat yang semakin hari semakin menguat
Read On 0 comments

Butuh Strategi Tepat untuk Tambah Pasukan di Afganistan kata Obama

9/21/2009 04:51:00 AM
Presiden AS Barack Obama masih berpikir soal strategi yang tepat bagi kekuatan militer AS di Afganistan. Hal ini penting sebagai pertimbangan apakah penambahan pasukan di Afganistan masih diperlukan atau tidak.

Sebelumnya, Komandan Tertinggi pasukan AS di Afganistan Jenderal Stanley McChrystal meminta penambahan pasukan dalam jangka waktu beberapa minggu mendatang untuk membendung kekuatan Taliban yang kembali bangkit.

Dalam wawancara dengan sejumlah media, Obama ditanya soal kapan ia akan memutuskan soal penambahan pasukan tersebut.

Ia mengatakan belum menerima permintaan untuk penambahan pasukan dan ia masih bekerja dalam strategi yang tepat untuk memastikan bahwa Al Qaeda tidak sedang dalam posisi menyerang AS.

"Saya hanya mau menyakinkan setiap orang mengerti bahwa kamu tidak akan membuat keputusan soal SDM, sebelum kamu mempunyai strategi yang siap," kata Obama kepada ABC, seperti dilansir Reuters, Minggu (20/9/2009).

Kepada NBC, Obama mengatakan penting bagi dirinya untuk melatih keraguan ketika mengirimkan seorang berseragam ke jalan yang berbahaya.

"Karena saya orang yang harus bisa menjawab ketika orang tua mereka mendapati anak-anaknya tidak pulang. Jadi saya harus menghadapi pertanyaan yang berat setiap saya mengirimkan pasukan," ujarnya.

Soal penarikan pasukan dari Afganistan, Obama pun mengaku tidak mempunyai batas waktu.

Sikap Obama juga mendapatkan kritikan dari Kongres. Senator John McCain, yang pernah bersaing dengan Obama saat Pilpres, mendesak pemerintah untuk menyetujui penyebaran dan penambahan pasukan secepatnya. Menurut McCain, menunda berati membirakan hidup pasukan di Afganistan dalam risiko
Read On 0 comments